englinesian

Your Partner in Learning Bahasa Indonesia

Bahasa Daerah di Indonesia

How's life, Englinesians? I do hope everything is good. In this post, you will cover my writing about local languages in Indonesia. I hope this passage could be one of your resource that helpful in learning bahasa Indonesia.


Salah satu hal yang membuat Indonesia berbeda dari negara-negara lainnya adalah bahasa daerahnya yang beragam. Dengan 34 provinsi yang ada, Indonesia tercatat memiliki lebih dari 650 bahasa daerah. Jumlah tersebut belum termasuk dialek dan sub-dialek. Jumlah bahasa daerah yang teridentifikasi tersebut dikumpul dari lebih dari 2.450 daerah pengamatan. Beberapa bahasa daerah yang eksis di Indonesia antara lain: bahasa Makassar, bahasa Bugis, bahasa Sunda, bahasa Jawa, bahasa Bali, dan masih banyak lagi. Pada intinya, setiap daerah (provinsi, kota dan kabupaten) memiliki keunikan bahasa, dialek dan sub-dialeknya masing-masing.

Di daerah tempat saya berdomisili (Makassar, Sulawesi Selatan), terdapat 2 bahasa daerah yang umum digunakan, yakni bahasa Makassar dan bahasa Bugis. Kedua bahasa tersebut memiliki tingkatan dan jenis dimana penggunaan masing-masing jenisnya pada umumnya tergantung dari siapa yang menjadi partner komunikasi kita dan pada situasi apa kita berada. Jika teman komunikasi kita berusia lebih tua, maka bahasa sopan wajib digunakan. Jika ia lebih muda, bahasa sebaya umumnya dipraktekkan. Menariknya, masyarakat di desa tempat saya KKN (kuliah kerja lapangan) dahulu menggunakan 2 bahasa berbeda. Desa tersebut memiliki 6 dusun, dimana 5 dusun menggunakan bahasa Makassar sementara 1 dusun menggunakan bahasa bugis. Padahal, jarak antar-dusun dalam desa tersebut tidak sampai 1km.

Hal menarik lainnya terlihat dari penggunaan bahasa Bugis. Bahasa ini pada umumnya digunakan di provinsi Sulawesi Selatan pada beberapa kabupaten di wilayah utara kota Makassar. Bahasa Bugis memiliki dialek dan sub-dialek yang berbeda-beda. Berdasarkan wilayah penggunaannya, bahasa Bugis dibagi menjadi Bugis Sidrap, Bugis Soppeng, dan Bugis Bone.

Di wilayah lainnya, seperti di beberapa kota di provinsi Jawa Timur, bahasa Jawa memiliki tingkatan dan jenis yang berbeda-beda. Untuk kosa kata sederhana saja, contohnya "kamu", bahasa Jawa memiliki "kowe" atau koen" untuk digunakan dalam situasi non-formal dan dalam komunikasi dengan sebaya, "sampeyan" untuk komunikasi dengan mereka yang berusia lebih tua, dan "panjenengan" untuk komunikasi dengan orang yang memiliki status sosial yang lebih tinggi.


After reading the passage, do you catch the meaning of words appeared in the passage? do you understand all main ideas of each sentence? If so, congratulation! If you miss some words or ideas, you may lower your reading to Intermediate Level or Beginner Level. Below is the English version of the passage.